Apakah Polusi Mengganggu Manfaat Kesehatan ber-Bike to Work?

Seorang pesepeda dan bus kota di London (via Simon MacMichael / road.cc).

Sebagian pesepeda di London mengatakan bahwa pernyataan mengenai bersepeda ke tempat kerja bisa mengurangi risiko terkena kanker dan serangan jantung hingga sekitar 50 persen adalah hal yang terlalu berlebihan.

Seperti sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Glasgow, bahwa bersepeda ke tempat kerja bisa mengurangi risiko kematian karena berbagai sebab hingga sekitar 41 persen, jika dibandingkan dengan orang yang berangkat bekerja dengan naik mobil.

Namun, respon cepat muncul dari beberapa pesepeda harian di London melalui akun Twitter-nya, salah satunya : “Cycling to work can cut cancer and heart disease, says study (unless the air pollution from London buses gets you)” – Ben Waterton (@bwaterton)

Namun Donnachadh McCarthy, pendiri kelompok kampanye Stop Killing Cyclist, menyatakan pendapatnya pada The Standard bahwa dia ‘menyetujui’ penelitian itu. “Polusi yang didapat para pesepeda tak jauh lebih buruk daripada yang didapat para pengendara motor. Jadi, bersepeda masih akan bermanfaat bagi kesehatan. Bagi orang-orang berusia di atas 65 tahun, setidaknya kegiatan bersepeda yang dilakukan secara rutin akan menambah usia hidup mereka hingga 3 tahun,” ujar Donnachadh.

Polusi udara di London, yang sebagian besar disebabkan oleh asap dari kendaraan bermotor, bertanggungjawab terhadap 9.500 kematian bayi prematur yang terjadi di setiap tahunnya. Peneliti menyatakan bahwa penemuannya tersebut akan mengubah pandangan orang, dan mau beralih ke sepeda alih-alih menggunakan mobil atau motornya, sekaligus juga sebagai langkah nyata mengurangi polusi udara.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada 2011 oleh London School of Medicine, pesepeda komuter menghirup lebih dari dua kali lipat jumlah partikel karbon, jika dibandingkan dengan pejalan kaki yang melakukan perjalanan yang sama. Saat berhenti di lampu merah, lalu menghirup udara sekitar yang terpolusi, hal-hal mengerikan itu mungkin saja sempat terlintas di pikiran.

Namun penelitian oleh Universitas Cambridge baru-baru ini menemukan bahwa manfaat kesehatan yang diperoleh dari kegiatan bersepeda jauh melebihi risiko yang disebabkan oleh polusi udara, yang terjadi di 99 kota. Namun, apakah London menjadi salah satu dari 99 kota tersebut? Lalu, sudah berapa lama bersepeda di London, sebelum risiko dari polusi udara akan mengalahkan manfaat kesehatan yang diperoleh?

Para peneliti menetapkan tipping point untuk tiap kota yang mereka teliti. Dr. Marko Tainio dari MRC Unit Epidemiology di Universitas Cambridge menyatakan bahwa gaya hidup aktif di London (berjalan kaki, bersepeda) memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih tinggi daripada risiko yang dapat timbul dari polusi udara yang ada.

(diolah dari road.cc)