Tips : Tak Berolahraga Sama Buruknya dengan Bertambah Gemuk

Olahraga untuk mengatasi dampak buruk kegemukan / obesitas (via Edwin Jimenez / Getty Images).

Ada lebih banyak penelitian yang dilakukan untuk menggali lebih dalam hal yang sebetulnya sudah kita ketahui sejak dulu : Olahraga adalah cara yang paling sehat untuk melawan penyakit dan mencegah penuaan. Penemuan yang terakhir, yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology, menunjukkan bahwa seseorang yang tidak berolahraga punya dampak yang sama seperti orang yang mengalami kegemukan atau obesitas.

Peneliti di Belanda menghabiskan waktu sekitar 15 tahun untuk meneliti dan mengamati tinggi badan, berat badan, kebiasaan saat olahraga, dan rerata kejadian gejala penyakit jantung dan stroke pada 5.344 responden dengan usia 30an hingga 50an di Rotterdam. Para responden terbagi menjadi tiga kelompok, berat badan normal, berat badan yang lebih dari yang seharusnya, dan yang mengalami obesitas, dan menemukan bahwa orang yang mempunyai berat badan lebih dari normal dan yang mengalami obesitas memiliki rerata kemungkinan terkena serangan jantung atau stroke yang lebih tinggi. Hasil tersebut memang tak terlalu mengejutkan. Hal yang menjadi kejutan bagi para peneliti tersebut adalah bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, namun tetap melakukan olahraga, rerata kemungkinan serangan jantung / stroke hampir sama dengan orang yang memiliki berat badan normal atau ideal.

Dengan kata lain, tidak penting berapa berat badanmu, yang paling penting adalah tetap menggerakkan badan atau berolahraga. Peneliti juga mengetahui bahwa orang-orang yang dianggap jarang melakukan olahraga, setidaknya melakukan kegiatan fisik selama 2 jam dalam setiap harinya. Bagi sebagian besar orang, olahraga selama 2 jam sudah lebih dari cukup. Dan banyak dari responden dalam penelitian itu bersepeda atau berjalan kaki untuk menuju ke tempat kerjanya. Jadi akan sulit untuk menggeneralisasi temuan dari penelitian tersebut untuk populasi di luar Rotterdam.

Dari penemuan tersebut, juga bukan berarti bahwa obesitas bukanlah faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko serangan jantung. Namun penelitian itu menyarankan bahwa manfaat dari berolahraga mungkin akan mengurangi dampak buruk dari obesitas, dan bahwa tak ada kata terlambat untuk memulai berolahraga dan sedikit demi sedikit merasakan manfaat kesehatannya.

(diolah dari www.bicycling.com)