Pesepeda Gunung Selamatkan Dirinya Sendiri Berkat Penanganan Serangan Jantung yang Tepat

Ilustrasi via ShutterStock.

Renee McKeirman-Goldberg sedang mengendarai sepedanya sejauh 2 mil, saat menonton suaminya mengikuti lomba cyclo cross di bulan Oktober yang lalu, dan tiba-tiba dia mengalami rasa letih yang tiba-tiba dan sangat menyiksa.

Dia berujar, “Saat itu aku merasa, dadaku seperti terikat dengan kencang, dan kedua lenganku terasa seperti kesemutan. Saat itu aku memang menggendong tas punggung yang lumayan berat, dan chest strapnya juga kuikat dengan kencang. Jadi, kupikir karena kencangnya chest strap itu, kulepaskan, namun rasa sesak itu tidak hilang. Aku sendiri sadar, jika aku bisa sedikit demi sedikit mengikuti jalur sepeda yang ada, pasti aku nanti akan bertemu seseorang yang bisa membantu…”

Sebagai seorang yang rutin berolahraga, hingga di umurnya yang 43 tahun, tak terpikirkan olehnya dia memiliki risiko terkena serangan jantung. Dan saat tiba kembali di dekat dimulainya lomba cyclo cross itu, dia melihat pengumuman oleh American Heart Association (AHA), dan teringat ada seorang penonton wanita tahun lalu, yang mengabaikan gejala terkena serangan jantung, hingga akhirnya terlambat dan meninggal dunia.

“Segera, saat itu aku mencari petugas medis. Saat bertemu mereka, aku langsung meminta maaf, karena mungkin mengganggu tugas utama mereka – yang seharusnya menangani peserta lomba – dan kuceritakan apa yang kurasakan. Mereka kemudian menggunakan mesin EKG, dan tahu bahwa ada sesuatu yang salah,” ujar Renee.

Petugas medis pun meng-iya-kan kekhawatiran terbesarnya, bahwa apa yang baru saja dialami adalah gejala serangan jantung. Petugas medis segera menelepon dokter dan menyarankan agar Renee segera dirawat di rumah sakit; yang kemudian, setelah lomba, pergi ke rumah sakit bersama suaminya.

Renee diketahui mengalami Spontaneous Coronary Artey Dissection, serangan jantung yang sangat jarang terjadi, di mana dinding pembuluh arteri koronaria ada sedikit yang sobek. Karena kejadian yang dialami bisa terjadi secara mendadak, maka penanganan pertama yang cepat dan tepat sangatlah penting.

Kini, Renee telah pulih sepenuhnya. Tiga minggu setelah kejadian tersebut, dia sudah mulai bersepeda lagi, dan hal itu adalah sebuah kemerdekaan baru baginya. Kini dia bisa bersepeda 20 lebih jauh daripada biasanya, namun lebih lambat, dan lebih cepat merasa lelah daripada sebelum kejadian tersebut.

“Kekhawatiran jika mengalami kejadian itu lagi membuatku bersepeda dengan lebih banyak perhitungan,” ujar Renee.

(diolah dari www.bicycling.com).