Pinarello Rilis Dogma K8-S dengan Suspensi untuk Hadapi Paris – Roubaix

Pinarello Dogma K8-S yang dinaiki Ian Stannard (via road.cc).

Pabrikan atau produsen sepeda secara terus menerus melakukan riset dan mencari cara pintar dan adaptif sebagai solusi untuk menghadapi tantangan ‘tahunan’ di ajang Paris – Roubaix yang berupa jalanan berbatu atau cobblestone. Pinarello telah mengembangkan versi softtail Dogma K8-S dengan suspensi belakang yang bisa diatur secara elektronik.

Pinarello bekerjasama dengan pabrikan suspensi, HiRide, untuk mengembangkan teknologi yang diaplikasikan pada Dogma K8-S, yang muncul 2 tahun setelah versi pertamanya, yang pada saat itu ditungganggi oleh Bradley Wiggins.

Fitur utama dari suspensi yang bisa diatur secara elektronik itu adalah kemampuannya untuk mengunci secara otomatis saat berada di jalanan yang halus, dan kembali aktif saat sepeda melewati jalanan yang kasar ataupun cobblestone. Piranti elektronik eDSS 2.0 (Electronic Dogma Suspension System) yang baru melakukan ‘tugasnya’ dengan menggunakan enam akselerometer dan giroskop, yang mampu memberikan feedback dari jalanan yang dilewati dan secara otomatis mengatur suspensi tersebut. Pinarello menyatakan bahwa kemampuan adaptif tersebut dapat dilakukan hanya dalam waktu beberapa mili-detik saja.

Pengaturan suspensi secara otomatis sebetulnya bukanlah sebuah ide baru. Specialized menggunakan sistem yang disebut Brain pada sepeda cross countrynya, Epic. Suspensi di sepeda itu bisa mendeteksi, saat dinaiki melewati permukaan jalan yang halus, maka suspensinya akan mengunci, namun saat sepeda melayang selama beberapa mili-detik, suspensi akan membuka secara otomatis dan siap menerima hentakan saat roda kembali menyentuh tanah. Meskipun Specialized masih menggunakannya, namun hal itu hanyalah konsep yang agak sia-sia, karena sebagian besar pecinta sepeda gunung lebih memilih menggunakan sistem buka-tutup kunci suspensi secara manual, yang terpasang di handlebar.

Apakah sebenarnya pembalap sepeda profesional menginginkan teknologi itu ada pada sepedanya? Sejak pertama kali kemunculannya, Dogma K8-S jarang digunakan oleh pembalap Team Sky, meskipun lomba yang mereka ikuti memiliki rute yang melewati jalanan cobblestone. Lalu, apakah ada kemungkinan sepeda balap bersuspensi mulai menggantkan yang non-suspensi saat membalap di cobblestone? Sepeda baru itu sudah dipakai di ajang tengah minggu yang lalu, Scheldeprijs, oleh Ian Stannard, dan sepertinya dia pun akan mengendarainya di ajang Paris – Roubaix akhir minggu ini.

Fausto Pinarello pun menyatakan antusiasmenya, “Aku sangat gembira dengan proyek baru yang ambisius ini, yang dilakukan PinarelloLab dengan HiRide. Penggunaan electro-hydraulic control system merupakan langkah maju yang sangat penting dalam evolusi sepeda balap, meningkatkan performa dan juga keamanan bagi penggunanya.”

(diolah dari road.cc)