Banyaknya Keringat yang Keluar Berkaitan dengan Massa Tubuh, bukan Gender

Bersepeda tentu pasti akan berkeringat (via ShutterStock).

Jumlah atau banyaknya keringat yang keluar saat seorang atlet berolahraga penting untuk diketahui, karena terkait dengan seberapa banyak kita harus minum air dan jumlah elektrolit yang harus ‘dimasukkan’ lagi ke dalam tubuh.

Ada pendapat bahwa banyaknya keringat yang dihasilkan oleh laki-laki dan perempuan jumlahnya berbeda, karena terkait dengan faktor hormon. Hingga baru-baru ini, dalam penelitian terakhir, perbedaan tersebut tak terkait dengan hormon, namun karena massa tubuh yang berbeda.

Dr. Sean Notley, salah satu peneliti utama dari Universitas Ottawa menjelaskan, “Gender akan berpengaruh terhadap respon tubuh saat dalam kehilangan panas, sedangkan aliran darah di bawah permukaan kulit dan proses berkeringat dapat dijelaskan secara morfologi, bukan fisiologi. Jadi, individu yang memiliki tubuh lebih besar cenderung akan berkeringat lebih banyak; dan hal tersebut tak terkait dengan gender.”

Penelitian tersebut meneliti 60 individu yang melakukan kegiatan bersepeda statis di dalam ruangan, dan diamati pada level intensitas yang berbeda. Banyaknya keringat yang keluar diukur, dan hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara banyaknya keringat dan massa tubuh.

“Sejak dulu, sebagian besar pendapat menyatakan bahwa banyaknya keringat dipengaruhi oleh gender. Namun, kami lebih percaya bahwa hal tersebut (banyaknya keringat) lebih dipengaruhi oleh ukuran tubuh yang berbeda,” ujar Sean Notley.

Sulit menghindari pertanyaan tentang faktor hormonal yang sangat berpengaruh dalam kehidupan perempuan, seperti menstruasi. Dalam penelitian tersebut, para peneliti memasukkan faktor menstruasi, yakni dengan mengetes perempuan 14 hari setelah mereka menstruasi. “Menjadi sebuah catatan baru bahwa fungsi termoregulator tubuh tak terpengaruh oleh siklus bulanan perempuan,” ujar Dr. Sean.

Penelitian tersebut mungkin akan membantu para atlet menentukan banyaknya bekal atau minuman yang harus mereka minum, namun tak termasuk carbo loading sebelum memulai bersepeda. Selain itu, di masa depan diharapkan akan tercipta grafik atau ilustrasi yang akan menjadi panduan bagi para atlet untuk mengetahui kebutuhan minum mereka berdasarkan bobot atau massa tubuh mereka sendiri.

(diolah dari www.bicycling.com)