Apakah Alberto Contador Bisa Memenangkan Paris – Nice jika Memakai Sepeda yang Berbeda?

Alberto Contador di podium Paris - Nice 2017 (via VeloNews).

Kembali ke ajang balapan di awal bulan Maret ini, Paris – Nice. Di ajang tersebut, Alberto Contador kalah dari Sergio Henao dengan selisih hanya dua detik saja, yang kemudian memunculkan pertanyaan : Apakah Alberto Contador bisa memenangkan Paris – Nice jika menggunakan sepeda dan spesifikasi yang lain?

Entah kemudian dianggap baik atau buruk, sepeda telah menjadi olahraga yang sangat terkait dengan sains dan kalkulasi, sangat penuh perhitungan. Para produsen dan pabrikan sepeda memberdayakan orang-orangnya dan menggelontorkan uangnya untuk mempelajari aerodinamika dan bobot yang ringan. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa sepeda yang khusus, roda, dan pakaian dengan jenis dan model tertentu bisa memberikan keuntungan aerodinamis dan melaju lebih cepat, dan Alberto Contador hanya membutuhkan dua hal saja.

Pertanyaan tersebut tak memperhatikan taktik tim dan kondisi cuaca saat itu, atau jika terjadi kecelakaan. Namun, mari kita coba berandai-andai sebentar saja…..

Misalkan Alberto Contador ingin menghilangkan selisih 2 detik itu dengan mengurangi hambatan (drag). Sepeda yang digunakan di etape 8 adalah Trek Emonda, dengan tubular wheels Bontrager Aeolus 3. Bagaimana jika, misalnya, saat itu dia menggunakan frame aero Trek Madone Race Shop Limited, dengan Bontrager Aeolus 5?

Menurut Flo Cycling, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri pada roda aerodinamis, “Jika melaju dengan kecepatan 30 mil/jam, maka akan bisa lebih cepat 40 detik dalam jarak 40 km, dengan selisih berat yang lebih ringan 100 gram.”

Triknya adalah dengan mengurangi bobot komponen sepeda Alberto Contador sebanyak 100 gram.

Dalam perbandingan antara Trek Madone dan Specialized Venge, dua sepeda itu dites di dalam terowongan angin, Trek Madone memiliki hambatan hingga 836 gram, sedangkan Specialized Venge 787 gram. Selisihnya 49 gram, dan keduanya sama-sama frame aero. Jika dibandingkan dengan frame non-aero, tentu saja selisihnya akan jauh lebih besar.

Asumsikan saja jika Trek Madone punya hambatan yang 100 gram lebih kecil daripada Emonda (meskipun di Emonda dilengkapi komponen dengan bobot yang lebih ringan), maka Alberto Contador akan bisa mengatasi selisih 2 detik itu.

Dari data yang diperoleh dari Specialized, dikatakan bahwa Specialized Venge bisa menempuh waktu yang lebih cepat hingga 5 menit dalam jarak 40 km. Rodanya yang menggunakan Roval CLX64 akan memberikan waktu yang lebih cepat 35 detik. Karena roda yang digunakan Alberto Contador adalah Bontrager Aeolus 3, maka menggantinya dengan Aeolus 5 akan membuatnya meraih puncak podium.

Namun jangan sampai kita terlalu konyol berandai-andai kejadian yang sudah terjadi. Alberto Contador tetap saja masih akan kalah dari Sergio Henao meskipun sudah berganti roda. Balap sepeda adalah persaingan yang cair dan tidak bisa diprediksi, dan tentu saja tak bisa dihitung dengan matematika. Namun dengan selisih waktu yang sangat tipis, hal itu memuktikan tensi yang ketat antara tradisi (roda low-profile climber) dengan keunggulan teknologi (roda deep-profile aerodynamic).

Bagaimana dengan sepeda balapmu?

(diolah dari www.velonews.com)